• March 3, 2024

Waspadai Risiko Ini Saat Makan Nasi Goreng

Ada ngga nih, Sahabat Sehat yang suka banget makan nasi goreng? Sepertinya nasi goreng sudah menjadi menu makanan yang cocok sekali dengan lidah orang Indonesia. Mulai dari yang muda hingga tua, hampir semua menyukai nasi goreng. Secara bahan yang digunakan sangat umum didapatkan dan proses pengolahannya pun relatif mudah.

Biasanya, nasi goreng dibuat menggunakan nasi lama atau yang kemarin dimasak karena teksturnya lebih kering, sedangkan nasi yang baru matang masih bertekstur basah dan lengket. Hal ini ternyata bisa memunculkan risiko buat kesehatan, terlebih jika kamu terlalu sering mengonsumsinya. Apa sajakah risikonya? Simak penjelasannya di bawah ini.

nasi goreng
Foto: Unsplash.com

Berisiko Keracunan Makanan

Nasi goreng yang biasanya menggunakan nasi dingin sebagai bahan bakunya bisa jadi menjadi salah satu penyebab terjadinya keracunan. Hal ini perlu Sahabat Sehat waspadai karena ada potensi terkontaminasi senyawa enterotoksin Bacillus cereus. Bakteri ini sering ditemukan pada nasi yang sudah lama didiamkan pada suhu ruang, terutama jika disimpan pada wadah terbuka. Masalahnya, spora bakteri ini bisa tetap bertahan pada suhu yang digunakan untuk memasak.

Terdapat dua jenis toksin B. cereus yang menyebabkan keracunan yakni toksin emetic yang menyebabkan muntah 2 sampai 6 jam setelah konsumsi, dan toksin penyebab diare 12 sampai 24 jam setelah konsumsi. Sebenarnya, kasus keracunan makanan akibat mengonsumsi nasi goreng sudah sering terjadi, namun masyarakat belum banyak yang menyadarinya.

Mengandung Kalori yang Tinggi

Pada umumnya proses menggoreng akan membuat kadar air pada makanan berkurang dan membuat lemak akan mudah terserap ke dalam makanan. Ini akan membuat kalori yang terkandung pada makanan tersebut akan meningkat.

nasi goreng
Foo: Unsplash.com

Lantas seberapa tinggi kalori yang terkandung dalam nasi goreng? Dalam 100 gram nasi goreng terkandung 168 kalori. Jadi, misalkan kamu mengonsumsi 1 porsi nasi goreng sebanyak 300 gram, maka total kalori yang masuk ke tubuh sekitar 504 kalori. Jumlah ini bisa saja lebih tinggi atau rendah tergantung bahan yang digunakan.

Risiko Penyakit Kronis Meningkat

Apabila minyak dipanaskan pada suhu yang sangat tinggi, akan mengalami proses hidrogenasi sehingga jumlah lemak jenuh dalam minyak tersebut bertambah. Lemak jenuh inilah yang erat kaitannya dengan berbagai penyakit kronis, seperti obesitas, diabetes, dan penyakit kardiovaskular. Perlu diwaspadai karena proses ini juga terjadi saat kamu membuat nasi goreng yang menggunakan minyak dan suhu panas. Jadi apabila Sahabat Sehat mengonsumsinya terlalu sering, maka akan berisiko terkena masalah kesehatan tersebut.

Sahabat Sehat, makanan nasi goreng yang sudah sangat ramah dengan lidah masyarakat Indonesia ternyata juga bisa berisiko buat kesehatan bila dikonsumsi terlalu sering. Tapi, kamu tetap boleh kok mengonsumsi nasi goreng. Asalkan, porsinya ngga berlebihan dan pastikan bahan yang digunakan aman dan layak dikonsumsi.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Dewanti R (2006). Conceptual Equation dalam Microbiology of Food Safety. Handout. Fakultas Teknologi Pertanian, Institut Pertanian Bogor, Bogor.

Ruriani, Eka, Nurhayati. 2010. Investigasi Bacillus Cereus dan Salmonella pada Nasi Goreng Pedagang Kaki Lima di Sekitar Kampus.

UNIVERSITAS JEMBER. AGROTEK Vol. 4, No. 1, 2010:68-75. https://www.klikdokter.com/gaya-hidup/diet-nutrisi/bahaya-makan-nasi-goreng-terlalu-sering

About the Author

Muhammad Alif Fiandra

Mahasiswa Teknologi Industri Pertanian Universitas Jember

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *