• September 27, 2023

Waspadai Penulara Demam Kuning Melalui Gigitan Nyamuk

Halo Sahabat Sehat! Demam kuning atau yellow fever merupakan hepatonofritis hemoragik akut yang disebabkan oleh virus RNA beruntai tunggal dengan family Flaviviridae. Virus tersebut ditularkan melalui gigitan nyamuk dengan genus Aedes (di Afrika dan Amerika) atu genus Haemagogus dan Sabethes (di Amerika). Demam kuning sudah muncul sekitar 3000 tahun yang lalu dari Afrika.

Nah, ada 11 penelitian yang melibatan Afrika dan Amerika Selatan selama periode 1969-2011 oleh kelompok Johansson, hasilnya didapatkan kemungkinan 55% orang yang terinfeksi tidak mengalami gejala. Tingkat kematian kasus telah diperkirakan sebagai 20–50% pada pasien dengan gejala parah, menyebabkan sekitar 78.000 kematian setiap tahun. Sebanyak 13 di Negara di Amerika selatan dan 34 negara di Afrika merupakannegara endemik demam kuning.

demam kuning nyamik
Foto: Pixabay.com

Virus penyebab demam kuning

Arbovirus merupakan virus yang ditularkan oleh nyamuk dari Flaviviridae, genus Flavivirus, meliputi virus RNA beruntai tunggal positif. Virus ini diisolasi pertama kali pada tahun 1927 pada pasien laki-laki. Transmisi virus disebebkan oleh nyamuk.

Infeksi demam kuning terjadi setelah masa inkubasi 3-6 hari dengan timbulnya gejala klinis yang berbeda-beda, dari mulai dari penyakit demam yang sembuh sendiri atau ringan dengan gejala mirip flu di sebagian besar kasus, hingga perdarahan parah dan penyakit hati. Secara alami virus penyebab demam kuning ada di kawasan hutan dan tubuh hewan primata, seperti monyet dan simpanse.

Bagaimana penularannya?

Ada tiga cara penularan infeksi virus penyebab demam kuning. Pertama, tipe sylvatic biasanya terjadi di hutan hujan tropis, nyamuk mengigit monyet yang terinfeksi kemudian nyamuk tersebut akan mengigit monyet lain atau manusia yang masuk ke hutan.

Kedua, tipe intermediet. Tipe ini sering terjadi di Afrika dan ditularkan dari monyet ke manusia atau manusia ke manusia melalui nyamuk. Selanjutnya ada tipe perkotaan, penularan virus terjadi melalui nyamuk, terutama jenis Aedes Aegyti, langsung ke manusia. Tipe ini sangat rentan menyebabkan epidemik pada area yang lebih luas dan masyarakat lebih rentan jika tidak memiliki kekebalan yang kuat serta kurangnya vaksinasi.

gejala demam kuning
Foto: Freepik.com

Gejala dan tanda seseorang yang terinfeksi

Ada dua fase yang terjadi ketika seseorang terinfeksi virus ini. Pertama, fase akut yakni ketika seseorang yang telah terinfeksi mengalami nyeri otot, demam, mengigil, sakit kepala, mual atau muntah dan kehilangan nafsu makan. Pada fase ini sebagian besar akan langsung pulih 3 sampai 4 hari.

Hanya sekitar 15% dari penderita yang mengalami fase kedua. Fase ini lebih berbahaya karena dalam waktu 24 jam dapat menyebabkan kerusakan hati, urin menggelap, sakit perut, gagal ginjal, meningitis, dan jaundis atau kulit menjadi berwarna kuning (ikterik).

Walaupun demam kuning ini hanya sering terjadi di negara Afrika ataupun Amerika, Sahabat Sehat yang tetap harus waspada, terutama bila ingin berkunjung ke negara tersebut. Sekarang juga sudah tersedia vaksin yang efektif untuk mencegah infeksi virus penyebab demam kuning.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Chippaux, J. P., & Chippaux, A. 2018. Yellow Fever In Africa And The Americas: A Historical And Epidemiological Perspective. https://www.scielo.br/j/jvatitd/a/xBjdLPzrQxKkkHkLNgJ4y3z/?format=pdf&lang=en. Diakses 23 Mei 2023.

Gianchecchi, E., Cianchi, V., Torelli, A., & Montomoli, E. 2022. Yellow Fever: Origin, Epidemiology, Preventive Strategies and Future Prospects.  https://www.ncbi.nlm.nih.gov/pmc/articles/PMC8955180/. Diakses 23 Mei 2023.

Indriani, Safira. Demam Kuning (Yellow Fever). https://infeksiemerging.kemkes.go.id/penyakit-virus/demam-kuning-yellow-fever. Diakses 23 Mei 2023.

Tim Pompres KTTS Klaten. 2023. Demam Kuning. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/2117/demam-kuning. Diakses 23 Mei 2023.

About the Author

Neta Mustikasari

Mahasiswa ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *