• February 26, 2024

Seputar Kesehatan Remaja Perempuan: Masalah hingga Solusinya

Halo Sahabat Sehat! Masa remaja biasanya dimulai pada usia 10 sampai 13 tahun dan berakhir pada usia 18 sampai 22 tahun. Periode ini merupakan masa perubahan atau peralihan dari masa kanak-kanak ke masa dewasa, serta dijumpai perubahan biologis, psikologis, dan sosial.

Menurut World Health Organization (WHO), remaja adalah pribadi yang mengalami masa peralihan yang berangsur-angsur mencapai kematangan seksual, mengalami perubahan jiwa, dari anak-anak menjadi dewasa, dan mengalami perubahan keadaan ekonomi dari ketergantungan menjadi relatif mandiri.

remaja perempuan
Foto: Freepik.com

Ada beberapa aspek perubahan utama yang terjadi pada remaja, yakni perubahan fisik atau biologis dan perubahan psikologis. Kesehatan remaja perempuan adalah topik yang penting untuk dibahas. Bahkan beberapa tahun belakangan, banyak penelitian dan kajian yang dilakukan mengenai isu ini.

Aspek vital yang menjadi perhatian

Kesehatan remaja, khususnya perempuan memiliki beberapa aspek yang perlu diperhatikan, mulai dari kesehatan fisik hingga kesehatan mental. Beberapa masalah kesehatan yang seringkali dihadapi oleh remaja perempuan adalah gangguan menstruasi; gangguan makan; serta gangguan kesehatan mental seperti depresi dan kecemasan.

Dampak bagi kesehatan 

Dalam era digital saat ini, remaja juga rentan terhadap tekanan sosial media yang dapat mempengaruhi pola hidup dan kesehatannya. Sebuah penelitian yang dipublikasikan dalam jurnal Pediatrics (2019), remaja perempuan yang aktif di media sosial memiliki risiko lebih tinggi mengalami depresi dibandingkan dengan remaja laki-laki. Hal ini disebabkan oleh adanya tekanan untuk selalu tampil sempurna di depan publik dan juga perbandingan diri dengan orang lain.

Selain itu, dalam kaitannya dengan kesehatan reproduksi, remaja perempuan juga perlu memahami siklus menstruasi dan bagaimana merawat kebersihan diri selama menstruasi. Ketidaktahuan dan kurangnya akses terhadap informasi yang tepat dapat menyebabkan gangguan kesehatan reproduksi pada remaja.

remaja perempuan
Foto: Freepik.com

Strategi mengatasi masalah

Ada beberapa solusi yang dapat diaplikasikan untuk mengatasi masalah tersebut. Pertama, remaja perempuan harus memiliki akses ke informasi kesehatan yang akurat dan relevan. Sekolah dan keluarga memiliki peran penting dalam memberikan pendidikan seksualitas dan kesehatan reproduksi yang tepat.

Kedua, remaja perempuan perlu diberi kesadaran akan pentingnya menjaga kesehatan mental dan kesehatan fisik. Ketiga, mereka juga perlu mendapatkan dukungan dari keluarga dan lingkungan sekitar untuk menjaga kesehatan dan pola hidup yang sehat.

Dalam menjaga kesehatan remaja perempuan, kolaborasi antara pemerintah, masyarakat, sekolah, dan keluarga sangat diperlukan. Kesehatan harus menjadi prioritas karena akan berdampak pada kualitas generasi muda yang akan datang.

Referensi

Hollis, C. 2018. Social Media Use and Adolescent Mental Health: Findings From the UK Millennium Cohort Study. Ecological Society of America.

Twenge, J. M., & Campbell, W. K. 2019. Associations between screen time and lower psychological well-being among children and adolescents: Evidence from a population-based study. Preventive Medicine Reports.

UNFPA. 2020. Comprehensive sexuality education: A foundation for life and love. United Nations Population Fund.

Kemenkes RI. 2022. Kesehatan reproduksi remaja: permasalahan dan upaya pencegahannya. https://yankes.kemkes.go.id/view_artikel/29/kesehatan-reproduksi-remaja-permasalahan-dan-upaya-pencegahan. Diakses 15 Agustus 2023

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

apt. Oktaviany Irma Wiputri, M. Farm. Klin

Clinical Pharmacist, Health Writer, Educator.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *