• March 3, 2024

Omega-3 Hambat Perkembangan Penyakit Neuron Motor

Sahabat Sehat,  berbagai penelitian telah menunjukkan asam lemak omega-3 memberi efek positif bagi kesehatan. Salah satu hasil penelitian terbaru menunjukkan adanya hubungan positif antara konsumsi omega-3 terutama ALA dan risiko perkembangan sklerosis lateral amiotrofik.

sumber omega-3
Foto: Pexels.com

Apa itu Amyotrophic Lateral Sclerosis (ALS)?

Sklerosis lateral amiotrofik (ALS) adalah penyakit yang memengaruhi sistem saraf pusat tubuh, terutama sel saraf di otak dan sumsum tulang belakang. ALS dikenal juga sebagai penyakit Lou Gehrig.

ALS memengaruhi neuron (sel saraf) yang bertanggungjawab atas pergerakan, seiring waktu seseorang kehilangan kemampuan untuk mengontrol gerakan kaki, lengan, dan wajah. Dalam kasus ekstrim, penderita ALS akhirnya tidak dapat berbicara atau makan. Risiko menderita ALS terjadi pada individu berusia antara 40 dan 70 tahun, dan lebih sering terjadi pada pria.

Penyebab dan Gejala ALS

Dari kasus yang dilaporkan sekitar 5-10% kasus ALS diketahui terkait dengan faktor keturunan. Selain keturunan, faktor lain yang diduga menjadi penyebab ALS adalah kelebihan glutamat, gangguan sistem imun, gangguan mitokondria, dan stress oksidatif. Faktor risiko yang meningkatkan risiko ALS adalah paparan timbal jangka panjang dan kebiasaan merokok.

Gejala umum ALS dimulai dari kesulitan beraktivitas harian seperti berjalan, kaki dan tangan yang terasa lemah, lengan, bahu atau lidah kram, keseimbangan tubuh berkurang, dan sulit menegakkan kepala dan menjaga posisi badan. Gejala lainnya seperti berbicara mejadi cadel, kemampuan kognitif yang berkurang, sulit menelan, bernapas dan masalah saliva.

Penelitian Omega-3 dan Risiko ALS

Mengonsumsi asam lemak omega-3—terutama asam alfa-linolenat dapat membantu memperlambat perkembangan penyakit pada pasien dengan amyotrophic lateral sclerosis (ALS).  Penelitian yang diterbitkan pada jurnal Neurology yang dilaksanakan oleh Harvard T.H. Chan School of Public Health merekrut 449 orang mengidap ALS dengan usia rerata 58 tahun selama 18 bulan.

Setelah penyesuaian usia, jenis kelamin, dan etnis, Dr. dilaporkan peserta penelitian dengan jumlah asam alfa-linolenat (ALA) tertinggi memiliki risiko kematian 50% lebih rendah selama penelitian, dibandingkan dengan yang memiliki kadar ALA rendah. Disimpulkan bahwa kadar ALA darah yang lebih tinggi memperlambat perkembangan penyakit ALS.

sumber asam linoleat ALA
Foto: Pexels.com

Sumber Asam Alfa-Linolenat

Menilik efek positif dari asam alfa-linolenat (ALA), tentunya akan sangat baik jika memasukkannya dalam menu sehari-hari. Dibanding EPA dan DHA, omega-3 yang ditemukan pada sumber hewani, ALA lebih banyak terkandung pada produk nabati.

Produk nabati yang memiliki kandungan ALA tinggi termasuk biji rami (flaxseed), kenari, minyak chia seeds, kanola, dan kedelai. Minyak biji rami mengandung 6,703 gram ALA per sendok makan. Kenari mengandung 3,346 gram ALA per cangkir. Biji chia mengandung 5.055 gram ALA per porsi 1 ons. Minyak kedelai mengandung 0,92 gram ALA per sendok makan.

Semoga informasi ini bermanfaat ya, Sahabat Sehat!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Setyaning Pawestri, S.Pi, M.Si

Dosen Ilmu dan Teknologi Pangan, FATEPA, Universitas Mataram. Lulusan Teknologi Hasil Perikanan, Universitas Gadjah Mada dan Ilmu Pangan, Institut Pertanian Bogor

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *