• February 26, 2024

Menilik Gizi Bubur Suro, Sajian Khas Tahun Baru Islam

Momen perayaan besar atau hari raya tidak terlepas dari makanan khas yang lezat, seperti kue keranjang khas Hari Raya Imlek, ketupat ketika Idul Fitri, kue bagea ketika Natal, dan bubur suro khas Jawa ketika Tahun Baru Islam. 

Bubur ini tidak wajib ada, namun sudah menjadi tradisi Jawa yang turun temurun. Menilik dari segi kesehatan dan gizi, bubur gurih ini tak hanya lezat, tetapi juga bisa jadi makanan utama yang membantu kamu memenuhi kebutuhan gizi makro dan mikro. 

bubur suro
Foto: Flickr/Man Otick

Apa itu Bubur Suro?

Bubur suro, ada pula yang menyebut jenang suro merupakan olahan bubur dengan bumbu rempah khas Jawa dan disajikan dengan kuah yang gurih dan beberapa lauk pauk sumber protein hewani dan nabati, seperti ayam suwir, telur dadar, kacang tanah goreng, kering tempe. 

Selain itu juga disajikan dengan perkedel kentang. Penggunaan lauk tersebut bisa berbeda, bisa tanpa perkedel kentang atau ayam suwir. Bisa pula tambah telur puyuh rebus, ikan teri, udang, emping dan lain sebagainya. Penyajiannya menggunakan garnish irisan cabai merah, daun seledri, dan bawang goreng.

Kandungan Gizi Bubur Suro

Kalori dari bubur dengan pelengkap kacang tanah, telur dadar, ayam suwir, dan perkedel kentang, yaitu sekitar 570 Kkal atau total kalori satu kali makan utama. Lauk ayam dan penggunaan santan dalam bubur merupakan penyumbang kalori yang cukup besar, jika tanpa ayam maka kalorinya menjadi 490 Kkal.

Sementara itu, untuk protein sekitar 19,2 g, lemak 27,6 g, karbohidrat 65 g, kalsium 170 mg, zat besi 3 mg, natrium 79 mg, dan serat 2,37 g. Zat besi bubur dapat memenuhi sekitar 17-20% kebutuhan zat besi harian perempuan remaja dan dewasa. 

Namun, seratnya tidak terlalu tinggi karena memang bubur ini sama sekali tidak menggunakan sayur, berbeda dengan bubur tinutuan khas Manado yang banyak menggunakan sayur sehingga seratnya bisa sampai 8,2 gram. 

santan kelapa
Foto: Freepik.com

Lauk Mempengaruhi Kandungan Gizi Bubur 

Sekilas, bubur khas Jawa ini memiliki kandungan energi, karbohidrat tinggi dari bubur sehingga bisa menjadi sumber energi, serta mengandung protein dan lemak dari lauk pauk yang juga menjadi sumber energi, menjaga sistem imun tubuh, dan membantu pertumbuhan.

Penggunaan lauk yang berbeda akan memengaruhi zat gizi, khususnya protein dan lemak dari variasi lauk, seperti daging ayam, udang, telur, ikan teri, tempe, dan kacang tanah. Oleh karena itu, jika semua lauk sumber protein tersebut dikombinasikan maka kalorinya bertambah, serta semakin tinggi pula protein dan lemaknya. 

Sahabat Sehat tertarik mencoba bubur suro? Tubuh bukan hanya butuh energi, protein, dan lemak. Oleh karena itu, imbangi asupan sehari-hari dengan menu lain, konsumsi sayur dan buah-buahan agar mendapat serat, vitamin, dan mineral yang cukup. 

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Putri Yulianingtyas

Lulusan Diploma Tiga Gizi, Politeknik Kesehatan Kemenkes Malang

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *