• February 23, 2024

Mengonsumsi Stroberi Setiap Hari Mampu Jaga Kesehatan Otak Manusia 

Fimela.com, Jakarta Menurut sebuah studi, mengonsumsi satu cup stroberi setiap hari dapat mencegah penurunan kognitif danmengurangi gejala depresi. 

Penelitian dari University of Cincinnati yang dilakukan oleh Dr. Robert Krikorian dan timnya menyatakan bahwa mengonsumsi satu cup stroberi setiap hari dapat mencegah penurunan kognitif dan mengurangi gejala depresi pada orang dewasa dan paruh baya yang mengalami kelebihan berat badan disertai penurunan kognitif ringan.

“Karena kita tidak tahu kapan pengobatan yang efektif untuk penyakit demensia akan tersedia, pencegahan dan penanggulangan melalui diet dan mengubah gaya hidup saat ini merupakan pilihan terbaik,” jelasnya. 

Pada studi yang dipublikasikan di Journal Nutrient ini, Krikorian dan tim melakukan penelitian terhadap lima orang partisipan berjenis kelamin pria dan 25 partisipan berjenis kelamin wanita untuk uji coba terkontrol secara acak. Partisipan ini lalu dibagi menjadi dua kelompok.

Satu kelompok diberi bubuk dari stroberi segar yang telah dikeringkan dan digiling. Sedangkan kelompok lainnya diberi bubuk plasebo yang bentuk dan rasanya identik dengan bubuk stroberi. Kedua kelompok ini boleh mengonsumsi bubuk tersebut dengan cara dilarutkan ke dalam air atau untuk campuran sarapan.

Bubuk tersebut dibagi menjadi beberapa porsi untuk dikonsumsi secara harian dengan tujuan menjaga dosis harian. Satu kantong yang berisi 13 gram bubuk stroberi mengandung 36,8 mg antosianin. Partisipan juga diminta untuk berhenti mengonsumsi buah berry, jus, dan lain-lain selama proses penelitian ini berlangsung.

“Studi ini mempelajari kemungkinan bahwa konsumsi stroberi akan meningkatkan kemampuan kognitif dan kesehatan metabolis. Dan jika demikian, apakah ada hubungan antara peningkatan kognitif dengan penurunan gangguan metabolis,” tulis Krikorian di dalam journal. 

Setelah 12 minggu, para peneliti menemukan bahwa mereka yang mengonsumsi bubuk stroberi lebih sedikit melakukan ‘kesalahan intrusi’ dalam mengerjakan tugas daftar kata. Hal ini relevan dalam identifikasi penurunan kognitif, seperti yang sering terjadi pada proses penuaan dan demensia. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *