• March 1, 2024

Kenali Gejala Demam Berdarah pada Anak dan Cara Menanganinya

Fase 1: Demam Tinggi (Febrile Phase)

Pada fase ini, penderita akan mengalami demam tinggi yang mencapai suhu 40 derajat celcius. Demam ini biasanya berlangsung selama 2-7 hari dan dapat membuat penderita merasa tidak nyaman dan lemah. Selain itu, pada fase ini juga muncul nyeri pada tubuh seperti otot, tulang, sendi, tenggorokan, dan kepala.

Selama fase demam tinggi ini, penderita juga akan mengalami munculnya bintik-bintik kemerahan di kulit. Bintik-bintik tersebut merupakan tanda adanya gangguan pada sistem pembekuan darah yang disebabkan oleh penurunan jumlah trombosit dalam darah. Trombosit adalah komponen darah penting yang berperan dalam proses pembekuan darah. Pada fase ini, jumlah trombosit akan menurun dengan cepat sampai kurang dari 100.000 per mikroliter

Fase 2: Periode Kritis

Fase kedua, atau yang dikenal sebagai periode kritis, merupakan fase yang paling penting dan harus diwaspadai dalam penyakit ini. Pada fase ini, suhu tubuh pasien dapat turun di bawah 38 derajat celcius sehingga banyak pasien merasa sudah pulih. Namun, kenyataannya, pada fase kritis inilah perdarahan dan kebocoran plasma darah dapat terjadi.

Selain itu, detak jantung dan tekanan darah pasien juga mungkin berfluktuasi. Dalam beberapa kasus yang parah, tekanan darah bahkan dapat turun ke tingkat yang sangat rendah sehingga merusak organ vital seperti ginjal dan hati. Hal ini sangat berbahaya karena dapat memicu kondisi yang mengancam nyawa.

Periode kritis ini biasanya terjadi dalam rentang waktu 3-7 hari setelah demam dimulai dan berlangsung selama 24-48 jam. Oleh karena itu, selama periode ini harus tetap waspada dan menjaga gejala-gejala kem

Fase 3: Pemulihan

Setelah melalui masa kritis dari penyakit selama 48-72 jam, seseorang akan memasuki fase pemulihan atau recovery phase. Di dalam fase ini, tubuh mulai pulih dan memperbaiki diri setelah menghadapi serangan penyakit yang parah seperti demam berdarah. Pada fase ini, cairan yang telah keluar dari pembuluh darah selama masa kritis dapat mulai kembali masuk ke dalam pembuluh darah.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *