• February 26, 2024

Ini Sebabnya, Sakit Perut Ketika Stres

Sahabat Sehat pernah ngga mengalami sakit perut ketika sedang gugup menghadapi situasi penting, seperti saat akan melakukan ujian atau tampil di depan umum? Otak dan pencernaan ternyata memiliki koneksi yang menarik. Lebih jelasnya, yuk simak artikel di bawah ini!

Hubungan otak dan pencernaan

Sistem saraf enterik dikenal sebagai sistem saraf yang ada di usus yang berkomunikasi dengan otak. Para ahli menyebut saraf, neuron dan neurotrasmiter yang melewati saluran pencernaan sebagai “otak kedua” karena memiliki peran mengontrol pencernaan. Sistem saraf enterik berhubungan dengan otak dan dapat memengaruhi kesehatan usus kamu.

sakit perut
Foto: Freepik.com

Tanpa disadari, pakan akan mempengaruhi kondisi perut. Salah satu contohnya, jika kamu memikirkan tentang makanan yang berair, perut kamu akan mulai mengeluarkan cairan bahkan sebelum kamu makan. Oleh karena itu, sakit perut bisa menjadi penyebab atau akibat dari stres, cemas, atau depresi yang mengganggu pikiran.

Respon stres dan usus

Salah satu fungsi inti sistem saraf adalah mendeteksi dan memicu respons terhadap ancaman. Saat kamu mengalami tingkat stres atau kecemasan yang tinggi, tubuh akan mengaktifkan pelepasan noradrenalin, adrenalin, dan kortisol ke dalam aliran darah. Secara kolektif, hormon stres ini akan memicu respons “lawan atau lari”.

Respons stres yang terus meningkat dapat merusak lapisan saluran pencernaan. Efek lain dari peningkatan respons stres yang berkepanjangan, yaitu seperti gangguan fungsi kekebalan tubuh, kesulitan dalam metabolisme glukosa, dan kontraksi usus terganggu yang menyebabkan peningkatan atau penurunan frekuensi ke kamar mandi. Tingkat stres juga mempengaruhi bakteri usus sehingga menyebabkan ketidakseimbangan yang berakibat pada ketidaknyamanan pencernaan.

cemas
Foto: Freepik.com

Cara mencegah sakit perut akibat stres

Ada beberapa pendekatan gaya hidup holistik mungkin bisa membantu. Utamanya adalah dengan mengelola stres dalam hidup, meningkatkan kesehatan usus, memperbaiki pola makan.

Salah satu yang disarankan yakni dengan makan dalam porsi yang lebih kecil namun sering dibandingkan dengan mengonsumsi makanan sekaligus dalam porsi yang besar. Kamu juga dapat konsumsi sayuran hijau dan berolahraga lebih teratur. Selain membuat tubuh lebih bugar, olahraga bisa melatih kamu untuk mengelola stres.

Nah, Sahabat Sehat jika kamu mengalami ini, hindari konsumsi kafein, serta cobalah untuk lakukan latihan pernapasan dan meditasi. Jika mengalami gejala berat, sebaiknya segera konsultasikan dengan tenaga profesional.

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

About the Author

Neta Mustikasari

Lulusan Ilmu dan Teknologi Pangan, Universitas Garut

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *