• February 24, 2024

Fimela Ask The Expert: Diabetes Anak Meningkat Ketahui Gejalanya

Fimela.com, Jakarta Diabetes bukan hanya terjadi pada orang dewasa, melainkan bisa diamali oleh anak-anak. Prof DR Aman Bhakti Pulungan, SpA(K) menyampikan jika lebih dari 70 persen anak dengan diabetes adalah penyandang diabetes tipe 1.

“Dari data yang terhimpun dari 53 dokter anak endokrinologi di seluruh Indonesia, lebih dari 70 persen anak dengan diabetes tipe 1 yang terdeteksi sudah dalam kondisi berat dengan ketoasidosis diabetikum (KAD),” ucap Aman di Jakarta, Sabtu (11/11), dilansir liputan6.com dari Antara.

Dr. Andina Krisnawati spesialis anak di rumah sakit EMC Alam Sutera menyampaikan jika diabetes melitus sendiri ini biasanya terjadi pada orang dewasa, tapi ternyata pada populasi anak pun juga angkanya meningkat. Diabetes pun biasa menyerang bayi lahir, namun kebanyakan pada usia diatas lima tahun sampai usia remaja.

Ia mengatakan jika pada anak yang lebih sering adalah terjadi ialah diabetes tipe satu, yang merupakan gangguan terjadi pada organ pankreas dimana organ pankreas ini memproduksi hormon insulin. Di mana diabetes melitus tipe satu ini hormon atau sel darah pankreas ini dia tidak cukup memproduksi hormon insulin.

Sayangnya, Dr. Andina mengatakan diabetes tipe satu ini penyebab pasti tidak diketahui tetapi disitu dikatakan ada hubungannya proses menyerupai autoimun.

“Jika kita bicara mengenai diabetes melitus sendiri sebenarnya faktornya itu agak kompleks, tidak ada yang bisa dijelaskan secara pasti atau kalau dalam istilah kedokteran kita bilang idiopatik, karena dia masih bisa oleh karena proses autoimun atau bisa juga ada faktor keturunan disitu ya kalau kita berbicara mengenai diabetes melitus pada anak sendiri itu yang sering adalah diabetes melitus satu,” ujar Dr. Andina dalam Fimela Ask The Expert bulan Oktober.

Dr. Andina menyampaikan jika diabetes pada remaja masuk dalam kategori diabetes melitus tipe satu. Namun, biasanya diabetes sudah ada sejak anak-anak namun terlambat terdekteksi.

“Pada remaja paling banyak karena mungkin saja dia diketahui terlambat pada usia remaja baru ketahuan bahwa ternyata ada diabetes melitus, tetapi sebenarnya dari awal sudah ada cuman terlambat terdeteksinya. Bisa juga sebenarnya dia diabetes melitus tipe dua karena akhir-akhir ini kayaknya setelah pandemi angka obesitas meningkat aktivitas fisiknya menurun banyak diam saja kemudian pola makan juga yang dikonsumsi akhirnya bergesernya menjadi banyak kategori makanan yang tidak sehat,” ujarnya.

Dr. Andina menjelasakan faktor keturunan sebenarnya tidak terlalu banyak kasus apalagi bagi bayi lahir. Biasanya terjadi pada usia 2-3 tahunan ke atas sampai menuju remaja.

“Tapi memang biasanya aksidental kita ketemunya dan biasanya memang ada riwayat dari keluarga baik orang tua atau pun di dalam fetuin istri nya yang ada riwayat diabetes melitusnya. Itu kita bisa curiga kalau kita ketemu gejala yang mengarah ke situ mungkin kita akan periksa gula darahnya dan dicek lebih lanjut ada gak kemungkinan diabetes melitusnya,” tambahnya.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *