• June 2, 2023

Diet DASH untuk Nelayan yang Rentan Hipertensi

Hai, Sahabat Sehat! Setiap tanggal 6 April, Indonesia merayakan Hari Nelayan Nasional. Para nelayan udah banyak banget berkontribusi untuk negeri maritim kita. Yap, salah satunya membantu dalam pemenuhan kebutuhan protein masyarakat Indoensia. Tapi, ternyata ngga sedikit nelayan yang mengalami hipertensi. So, sebagai bentuk apresiasi, ikut perhatikan kesehatan nelayan, yuk!

Kelompok Rentan Kecelakaan dan Kesehatan Kerja

Nelayan berhadapan langsung dengan alam, mulai dari paparan sinar matahari, cuaca ekstrim, suhu malam yang dingin, dan lainnya. Ngga hanya itu, gaya hidup sebagian besar nelayan pun bisa dikatakan jauh dari kondisi ideal. Istirahat dan pola tidurnya ngga teratur, sebab harus melaut dini hari. Ditambah lagi, sebagian besar nelayan telah berusia lanjut dan memiliki kebiasaan merokok dan “ngopi” untuk menghangatkan badan. Nah, faktor itulah yang menyebabkan nelayan sering terkena hipertensi.

nelayan rentan mengalami hipertensi
Foto: Pexels.com

Banyak penelitian yang menyampaikan hal serupa, salah satunya penelitian pada nelayan di Kota Medan. Hasil wawancara dengan para nelayan, mereka mengaku bahwa sering mengonsumsi makanan yang tinggi garam. Contohnya ikan asin, cumi asin, kecap asin, makanan bersantan seperti gulai, dan makanan berpenyedap tinggi seperti mie bakso. Alasannya, karena praktis saat dibawa kerja di laut serta akibat penghasilan yang ngga tetap.

Diet DASH Bantu Penurunan Tekanan Darah

DASH (Dietary Approaches to Stop Hypertension) adalah pola makan yang kaya buah, sayuran, biji-bijian, kacang-kacangan, ikan, dan susu rendah lemak. Makanan ini kaya zat gizi, seperti kalium, magnesium, kalsium, serat, dan protein. Selain itu, dalam  diet ini pun menghindari konsumsi minuman manis, lemak, daging merah, dan daging olahan. So, bisa digunakan untuk menurunkan tekanan darah melalui asupan garam dan gula yang berkurang.

Diet DASH dinilai lebih efektif daripada diet rendah garam (RG). Suatu penelitian menyatakan bahwa menjalani diet DASH selama seminggu telah efektif menurunkan tekanan darah, dibandingkan dengan menjalani diet RG selama 4 minggu. Penyebabnya, dalam diet DASH juga menyarankan konsumsi serat seperti sayur dan buah. Di sisi lain, toleransi terhadap natrium dalam diet DASH ngga terlalu ketat dibandingkan diet RG. Alhasil banyak yang lebih nyaman menerapkan diet DASH.

Tips Sehat Bagi Nelayan Indoensia

Perilaku hidup sehat dapat dilakukan dengan cara mengurangi natrium atau garam dalam makanan, mengurangi asupan alkohol, dan meninggalkan kebiasaan merokok dalam rangka menurunkan risiko hipertensi.

keseharian nelayan
Foto: Pixabay.com

Konsumsi hariannya pun perlu diperbaiki. Perlu mengurangi makanan asin dan berlemak, serta meningkatkan asupan serat. Jika mengalami kendala mendapatkan sayur dan buah di daerah pesisir, mungkin menanam sendiri di pekarangan rumah dapat dilakukan. Memanfaatkan pipa atau pot, dengan media tanah ataupun hidroponik boleh banget untuk dicoba.

Semoga informasi di atas bermanfaat ya. Selamat Hari Nelayan Nasional, semoga para nelayan semakin sejahtera dan sehat selalu!

Editor & Proofreader: Zafira Raharjanti, STP

Referensi

Ratih P, Bayu YSN, Haikal. 2020. Gambaran kejadian hipertensi pada nelayan di Desa Kemojan, Karimun Jawa, Jepara. Visikes. 19(1):287-295. DOI: https://doi.org/10.33633/visikes.v19i01.3782

Astuti AP, Damayanti D, Ngadiarti I. 2021. Penerapan anjuran diet dash dibandingkan diet rendah garam berdasarkan konseling gizi terhadap penurunan tekanan darah pada pasien hipertensi di Puskesmas Larangan Utara. Journal of The Indonesian Nutrition Association. 44(1): 109-120. Doi: 10.36457/gizindo.v44i1.559

Rismadi K, Siagian A, Siregar FA. 2021. Pengaruh penghasilan dan gaya hidup terhadap kejadian hipertensi pada nelayan di Kota Medan. Jurnal Health Sains. 2(3): 328-342.

Yasin SM, Kasim NN. 2018. Pemanfaatan pekarangan menjadi kebun sayur produktif di daerah pesisir di Kecamatan Wara Timur. Jurnal Pengabdian Masyarakat. 1(1):1-7. http://dx.doi.org/10.35914/tomaega.v1i1.67

About the Author

Putri Nur Laely

Mahasiswa
Gizi Masyarakat, IPB

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *