• March 3, 2024

Apa Itu HPV (Human Papillomavirus) Serta Pencegahannya

Human Papillomavirus (HPV) adalah sebuah virus yang bisa menjangkiti semua orang. Jenis virus ini sangatlah banyak dan bisa memicu penyakit kulit hingga kanker serviks. Bagaimana bisa virus yang hanya menyerang area kulit bisa menyebabkan kanker?

Bumame akan kupas lebih dalam tentang apa itu HPV, komplikasi yang ditimbulkan, sampai cara pencegahan dan pengobatan infeksi HPV. Simak bersama-sama, yuk!

Apa Itu HPV?

Human Papillomavirus atau dikenal sebagai HPV adalah sebuah virus yang menyebabkan tumbuhnya kutil pada kulit dan kelamin. Dalam kasus yang lebih parah, infeksi HPV bisa memicu kanker serviks (kanker leher rahim).

Jenis HPV pun mencapai ratusan. Terdapat sekitar 14 jenis HPV yang berisiko menyebabkan kanker, yaitu HPV 16, 18, 31, 33, 35, 39, 45, 51, 52, 56, 58, 59, 66, dan 68. Jenis HPV 16 dan HPV 18 merupakan varian yang paling sering menyebabkan kanker.

Penularan HPV bisa melalui hubungan seksual atau tidak sengaja menyentuh bagian kulit penderita yang terdapat kutil. Bahkan, penularan juga bisa berlangsung ketika seseorang menyentuh permukaan benda yang sebelumnya disentuh oleh si penderita.

HPV bisa menyerang siapa saja, baik laki-laki maupun perempuan. Infeksi Human Papillomavirus ini pun juga tidak menunjukkan gejala sama sekali. Gejala baru akan muncul ketika kutil berada di permukaan kulit atau virus sudah menimbulkan kanker pada bagian organ tubuh tertentu.

Faktor yang Meningkatkan Risiko Infeksi HPV

Beberapa faktor yang membuat seseorang rentan tertular HPV antara lain:

  • Sering berganti-ganti pasangan seksual
  • Memiliki sistem imun tubuh yang rendah
  • Area kulit tertusuk atau terluka
  • Menyentuh kutil seseorang atau tidak mengenakan pelindung sebelum menyentuh permukaan yang telah terpapar dan tersentuh oleh penderita HPV

Ibu hamil yang menderita infeksi HPV berupa kutil kelamin memiliki potensi besar untuk menularkan virus ke janin yang akan lahir. Itulah sebabnya dokter akan mencari opsi metode persalinan lain supaya meminimalisir risiko penularan ke bayi.

Ciri Infeksi HPV

Serangan human papillomavirus biasanya tidak memiliki gejala khusus, sampai pada akhirnya kutil dengan tekstur kasar muncul pada permukaan kulit dan kelamin. Kutil bisa bertahan hingga berminggu-minggu, berbulan-bulan atau bahkan bertahun-tahun setelah infeksi.

Ketika kutil akhirnya terlihat, tampilannya pun sangat bervariasi. Contoh kutil akibat HPV yang sering muncul adalah:

  • Kutil kelamin. Kutil berbentuk lesi datar, benjolan kecil mirip kembang kol atau tonjolan kecil. Pada wanita, kutil kelamin kebanyakan muncul di vulva dekat anus, di leher rahim atau vagina. Sedangkan kutil kelamin pria muncul di penis dan skrotum atau di sekitar anus. Kutil kelamin jarang menyebabkan rasa nyeri dan gatal.
  • Kutil di permukaan tangan dan jari. Permukaan kutil terlihat ada benjolan yang kasar dan menonjol. Sehingga berisiko cedera atau mengalami pendarahan.
    Kutil plantar. Kutil plantar bertekstur kasar dan berbutir yang umumnya muncul di tumit atau mata kaki.
  • Kutil datar. Kutil datar berbentuk lesi rata di bagian atas dan sedikit menonjol. Kutil jenis ini dapat muncul di mana saja. Biasanya pada anak-anak, kutil datar akan muncul di wajah. Sementara pria muncul di area janggut dan wanita muncul di kaki.

Komplikasi yang Ditimbulkan Oleh HPV

Human Papillomavirus menyebabkan penyakit yang cukup beragam, antara lain:

  • Tumbuh kutil di area kelamin atau kulit
  • Lesi mulut dan saluran pernapasan atas
  • Kanker serviks, kanker alat kelamin, anus, mulut, dan saluran pernapasan bagian atas

Jika dilihat sekilas, HPV cenderung jauh lebih berbahaya jika menyerang wanita dibandingkan laki-kali. Mengingat HPV berperan besar dalam memicu kanker serviks. Diperkirakan sekitar 80 persen wanita setidaknya pernah terinfeksi salah satu jenis HPV di hidupnya.

Namun demikian, bukan berarti tidak ada kemungkinan dan celah bagi seorang pria mengalami penyakit serius akibat HPV. Infeksi HPV pada pria bisa memicu kanker penis, dubur, dan tenggorokan.

National Cancer Institute dari Amerika Serikat menyebutkan bahwa mayoritas kanker yang ditemukan di jaringan orofaring atau bagian tenggorokan tengah disebabkan oleh HPV.

Diagnosis HPV

Pemeriksaan untuk mendeteksi HPV terbagi menjadi beberapa jenis, yakni:

1. Pap Smear

Pap smear adalah skrining yang berguna untuk mendeteksi adanya tanda-tanda kanker pada leher rahim. Metode pap smear dilakukan dengan cara mengambil sampel jaringan lewat vagina menggunakan alat khusus yang dinamakan spekulum. Kemudian, sampel jaringan dari serviks akan diperiksa di lab.

2. HPV DNA Test

Tes HPV DNA bertujuan mencari DNA dari human papillomavirus. Perbedaan pap smear dan HPV DNA terletak pada sampel pengujian. Sampel yang digunakan dalam tes HPV DNA bisa menggunakan sampel dari swab serviks atau cairan urin yang bisa dilakukan secara mandiri.

Wanita yang akan menjalani tes HPV DNA dapat memilih cara pemeriksaan tersebut tergantung dengan kenyamanan masing-masing. Sebagai tambahan, skrining HPV DNA merupakan metode tes yang saat ini disarankan oleh World Health Organization (WHO) dan Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Alasan mengapa HPV DNA test sangat direkomendasikan adalah tingkat keakuratan dan kemampuan deteksi dini. Tingkat keakuratan HPV DNA test mencapai hingga 95% serta mampu mendeteksi HPV sebelum terjadinya lesi prakanker. Itu artinya, HPV DNA test membantu pengobatan sedari dini sebelum kanker berkembang menjadi ganas.

3. IVA Test

Visual inspection with acetic acid atau tes IVA adalah pemeriksaan HPV yang menggunakan cairan khusus. Di Indonesia, pemeriksaan ini dikenal juga sebagai inspeksi visual asam asetat.

Selama tes, cairan akan dioleskan ke bagian serviks. Lalu dokter akan melihat serta memperhatikan apakah ada perubahan warna pada serviks. Jika leher rahim berubah memutih saat terkena cairan, maka dicurigai ada jaringan abnormal pada leher rahim yang kemungkinan besar merupakan pertanda kanker.

Dari ketiga tes kanker serviks di atas, HPV DNA menjadi satu-satunya tes yang dapat mendeteksi HPV sebelum terjadinya lesi prakanker (jaringan abnormal yang berpotensi menjadi tumor).

Sehingga, dapat dikatakan HPV DNA tes sangat membantu untuk mencegah atau mendeteksi kemungkinan kanker sedari dini dibandingkan metode pemeriksaan yang lain.

Apabila dalam pemeriksaan ditemukan human papillomavirus, kamu dianjurkan untuk mengunjungi dokter spesialis onkologi ginekologi untuk mendapatkan rekomendasi tes lanjutan.

Cara Mengobati HPV

Tidak ada obat spesifik untuk menghilangkan HPV dari tubuh. Virus akan hilang sendirinya jika tidak menyebabkan komplikasi. Adapun pengobatan yang diberikan semata-mata untuk mengatasi komplikasi yang disebabkan oleh virus. Jenis penanganannya pun juga berbeda tergantung dari masalah yang ditimbulkan.

Pada kasus kutil pada kulit dan kelamin, obat yang diberikan adalah obat oles untuk permukaan yang terinfeksi. Kandungan obat oles tersebut cukup beragam, mulai dari salicylic acid, imiquimod, podofilox dan trichloroacetic acid.

Prosedur lain seperti operasi akan dilakukan apabila obat oles yang diberikan tidak berhasil menangani infeksi. Contoh metode operasi yang digunakan untuk menghilangkan kutil akibat HPV adalah elektrokauter, operasi laser dan cryotherapy.

Sedangkan khusus kasus kanker yang disebabkan oleh HPV, cara penanganan yang dilakukan tergantung kondisi dan stadium kanker. Contoh perawatan untuk kanker secara umum adalah kemoterapi, terapi tertarget, hingga pengobatan menggunakan radioterapi.

Tips Menghindari Infeksi HPV

Penularan HPV tergolong sangat mudah dan bisa berlangsung hanya melalui sentuhan kulit. Akan tetapi, risiko infeksi HPV bisa diminimalisir dengan beberapa hal berikut:

1. Vaksinasi

Vaksin HPV sangat efektif dalam melindungi terhadap jenis HPV yang paling umum dan dapat menyebabkan kanker serviks dan kanker lainnya. Vaksin direkomendasikan untuk anak laki-laki dan perempuan pada usia muda sebelum mereka terlibat dalam aktivitas seksual.

2. Gunakan Alat Pelindung

Penggunaan kondom atau penghalang lainnya seperti dental dam dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV dan penyakit menular seksual lainnya. Akan tetapi, perlu diingat bahwa HPV dapat menyebar melalui kontak kulit yang tidak tertutup oleh kondom.

3. Setia dengan Pasangan

Memiliki satu pasangan yang setia dapat membantu mengurangi risiko penularan HPV. Kemungkinan terinfeksi masih ada jika pasangan memiliki riwayat infeksi sebelumnya.

Karena perempuan rentan terserang human pavillomavirus yang berujung pada kanker serviks, disarankan pula bagi wanita untuk menjalani pemeriksaan rutin. Kanker serviks yang disebabkan oleh HPV bisa disembuhkan jika mendapat penanganan yang intensif serta deteksi dini.

Lakukan pemeriksaan HPV DNA hanya di Bumame! Skrining HPV DNA bersifat non invasif dan bisa dilakukan secara mandiri. Alhasil, metode tes HPV DNA dari Bumame minim rasa ketidaknyamanan. Pemeriksaan juga bisa dilakukan di rumahmu lewat layanan Home Care Bumame. Kamu dapat berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter ahlinya secara gratis sebelum menjalani tes.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *